Era revolusi Industri 4.0 yang selalu digaung-gaungkan para pemimpin bangsa saat ini nampaknya memang tidak main-main. Banyak sekali lini yang mengalami perubahan termasuk diantaranya pergantian pengalaman belanja dan pemesanan jasa.

Bila dahulu segala hal dilakukan secara tradisional dan manual dengan mendatangi pemilik jasa, maka sekarang tidak lagi. Kita bisa melihat banyak sekali bisnis online yang tumbuh subur di era revolusi industry 4.0.

Contohnya saja, bila kamu ingin membeli baju, tak perlu mengunjungi toko pakaian untuk sekedar memilih. Cukup gunakan gawai kamu dan buka aplikasi e-commerence semacam buka lapak, maka kamu akan disuguhi bermacam-macam pilihan baju.

Di era revolusi industry, pemesanan jasa pijat tidak harus mendatangi rumah tukang pijat. Cukup gunakan go-massage dan pilih gender si pemijat, apakah laki-laki atau perempuan, dan panggil mereka untuk datang ke rumah. Di akhir, pelanggan hanya perlu membayar harga sesuai dengan harga yang sudah tertera di layanan.

Sehebat itulah era revolusi Industri 4.0. Dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan para penyedia jasa dan penjual barang, sangatlah membuat konsumen tergiur untuk menggunakan layanan yang tersedia. Ini jelas menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Penyedia layanan akan merasa diuntungkan dengan naiknya demand, sementara toko-toko kecil akan diuntungkan dengan naiknya tingkat pemintaan barang. Bila tidak mau mengikuti perkembangan inovasi, rasanya toko-toko dengan system tradisional akan tergerus dengan persaingan toko-toko besar yang melek teknologi. Untuk itulah, penting untuk selalu berinovasi di era revolusi industry 4.0.

foto: unsplash.com