Di usianya yag baru menginjak 23 tahun, Hamzah Izzulhaq mampu meraih omzet hingga Rp. 360 juta tiap semester lewat usaha franchise bimbingan belajar, ditambah lagi dengan usaha properti dan sofa bed yang dimulainya sejak tahun 2016. Kesuksesan yang diperolehnya saat ini tentu tidak turun begitu saja dari langit, sebab Hamzah memerlukan proses perjalanan yang cukup panjang. Bahkan saat usianya baru menginjak belasan tahun saja ia sudah merasakan jatuh bangunnya berbisnis. Namun, itulah Hamzah, ia tak pernah ingin kalah dari kegagalan.

Awal Mula Membuka Usaha Bimbel

Kelas 2 SMA Hamzah mendatangi sebuah seminar bisnis yang telah diikuti oleh para pelajar di area Jabodetabek, pada waktu itu ia bertemu kakak kelasnya yang menjadi panitia. Ia memiliki usaha bimbel (bimbingan belajar) yang telah memiliki 3 cabang, dan baru berjalan 1 tahun. Kemudian Hamzah pun ditawarkan jika ada cabang bimbel yang akan di take over. Kakak kelasnya sedang membutuhkan dana demi pengembangan usaha bimbel tersebut, lalu menjualnya cabang bimbel tersebut pada Hamzah, dengan harga Rp.150 juta. Ia pun mencari pinjaman modal pada orang tuanya, ditambah dengan uang tabungannya.

Usaha bimbel pun berjalan sampai sekarang. Tahun 2011, Hamzah lulus SMA, ia pun memiliki 1 cabang bimbel lagi. Di tahun 2012 bisnis bimbelnya semakin berekspansi dengan menambah 1 cabang lagi. Sampai saat ini, ia sudah memiliki 5 cabang bimbel.

Menggeluti Bisnis Sofa Bed

Selain menggeluti usaha bimbingan belajar, pada tahun 2012 setahun setelah lulus SMP Hamzah bertemu dengan rekannya, ia memiliki usaha produk sofa bed, bantal namun kurang bisa mengekspansikan bisnisnya. Ia tak memiliki branding, marketing dan mengajak Hamzah untuk bekerja sama. Rekannya pun tahu bagaimana teknisnya, Hamzah pun menginvestasikan modalnya, membeli mesin jahit dan lainnya. Mulanya bisnis sofa bed ini belum memiliki merek dagang, lalu mereka pun memberi nama Picanto Sofabed. Awalnya didistribusikan hanya ke kota Tangerang dan sekitarnya, kemudian berkembang sampai memiliki distributor di Kalimantan, Jawa, dan Sumatera. Hanya di bagian Indonesia timur, saja yang masih belum.

Tak Hanya Usaha Bimbel dan Sofabed, Hamzah Juga Menggeluti Bisnis Properti

Untuk membangun bisnis properti, Hamzah memulainya pada tahun 2015. Sebenarnya bisnis properti sendiri merupakan mimpi dari semenjak tahun 2013. Hanya saja, waktu itu ia masih belum memiliki modal yang cukup. Barulah di tahun 2015 mimpi berbisnis properti pun dicapainya. Di daerah Rask Malaya, bernama Tasik Asri Village, terdapat 2 ruko dan 10 rumah. Jadi jika bisis tersebut ada yang melakukan cash flow harian, misalnya seperti makanan, maka setiap hari bisa mendapatkan uang, lalu ada pula yang tiap bulan, tiap semester hingga tiap tahun.