Musuh Batman bukan kelas preman jalanan, tapi manusia setengah pinguin , atau Joker yang matinya saja sambil ketawa. Singa jantan yang menguasai satu daerah kekuasaan selalu waspada jika ada singa jantan muda yang sok jago menantangnya. Jika ada Singa jantan curiga pada Kijang yang dianggap akan merebut daerah kekuasaanya, maka bisa dipastikan giginya hilang semua oleh suatu sebab.

Di belahan dunia mana saja berlaku hukum lawan sepadan. Presiden atau raja yang takut kekuasaannya direbut paksa, hanya akan menangkap atau membunuh lawan yang setimpal. Jika ada pemabuk teriak-teriak di tengah jalan, “ turunkan presideeen, turunkan rajaaaa…” cukup sekelas Hansip saja menyeret pemabuk itu, masukan ke dalam got, hanya dalam hitungan jam pemabuk itu malu sendiri.

Fredinand Marcos, presiden Filipina dua priode yang memimpin mirip dengan gaya Soeharto di era Orba, tidak takut pada oposisi kelas kelurahan. Tapi berhadapan dengan Aquino, membuat selera makannya menurun drastis. Marcos tahu banget lah siapa Benigno Simeon Aquino, Jr.

Aquino menjabat sebagai Walikota Concepsion, Tarlac satu priode. Gubernur Tarlac dua priode. Dilanjutkan menjadi Senator.Wartawan senior pula. Perlawanannya terhadap Marcos mendapat dukungan luas dari rakyat Filipina. Militer yang agak gerah dengan kelakuan Marcos juga diam-diam mendukungnya.

Daripada pusing setiap hari mendengar Imelda Marcos, ibu negara ngomel panjang lebar perihal kelakuan Aquino yang dianggap akan bisa masuk istana mengobrak abrik koleksi sepatu kesayangannya, Marcos memutuskan menghabisi Aquino. Lagi pula sekaliber Aquino kalau dibiarkan hidup, lama-lama bisa ngelunjak.

Pembunuhan Aquino mengantarkan Corazon Aquino ke kursi Presiden Filipina. Nasib Marcos dan keluarganya tidak lebih baik dari Edy Tanzil, kabur ke Hawai sampai ajal menjemput tanpa mempedulikan nasib koleksi sepatu Imelda marcos.

Sebelum berbentuk Republik, Iran dikuasai oleh dinasti Pahlevi yang gandrung dengan budaya kebarat-baratan. Ulama Syiah, Ayatulloh Rokhulloh Khomeini mengeritik habis-habisan. Khomeini bukan ulama syiah kelas kampung, pun bukan kelas kota. Gelar Ayatulloh Rokhulloh yang disandangnya menunjukkan kelasnya. Ayatulloh adalah gelar peringkat tinggi yang diberikan kepada Dua Belas Ulama Syiah Usuli. Satu kelas di bawahnya adalah Hojatoleslam.

Pahlevi nggak mau ambil resiko. Khomeini ditangkap dengan tuduhan merencanakan makar. Penangkapannya mengundang reaksi hingga terjadi kerusuhan sampai menelan ribuan korban jiwa. Daripada menyimpan penyakit, Khomeini dibuang ke Turki, kabur ke Irak, sampai akhirnya menetap di Perancis.

Di tempat pengasingannya Khomeini terus melakukan perlawanan melalui ceramah yang direkam via caset. Waktu itu belum ada WA. Singkat cerita, Khomeini berhasil menggulingkan Shah Reza Pahlevi anak emas Amerika di Persia.

Tahun kemarin, Recep Tayyip Erdogan presiden Turki sangat murka dengan upaya kudeta . Erdogan mencari tahu dalang di belakang kudeta gagal itu. Muncul nama Fethullah Gülen, ulama suni yang karismatik. Berhubung Gülen menetap di Amerika, Erdogan minta Amerika paketin Gülen ke Turki. Terserah bagaimana caranya. Amerika tidak mau karena belum ada bukti Gülen sebagai dalang kudeta. Lagi pula berkali-kali Gülen membantah.

Sebelum pecah kongsi, Gülen adalah penyokong utama Erdogan. Para pengamat bilang, Erdogan penganut Islam politik, Gülen Islam kultural. Pasti duet maut itu. Gülen punya banyak pendukung fanatik bernama Gülenis. Karena Gülen juga bergerak di dunia sosial dan pendidikan yang merambah ke luar negeri, nama Gülen bukan hanya dikenal di Turki, tapi juga manca negara. Jadi wajarlah kalau Erdogan ketar-ketir.

Sekarang kita ke dalam negeri. Siapa saja tokoh yang ditakuti pemerintah? Pada masa orba, Soeharto takut banget sama anak muda bernama Budiman Sudjatmiko cs. Budiman cs dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan merencanakan penggulingan pemerintah yang sah. Tidak dijelaskan dengan cara apa menggulingkannya.

Pada era reformasi, Budiman dibebaskan. Partai PRD yang dipimpinnya hidup segan mati tak mau. Untuk melanjutkan karir politiknya, dia gabung ke kubu PDIP. Berhasil menjadi anggota DPR. Ya sementara sampai situ saja karir tokoh yang oleh pemerintah orba dianggap sebagai anak muda paling berbahaya bagi pemerintah dan memperoleh stigma sebagai “the public enemy number one”.

Pemerintah Jokowi yang mendapat dukungan parpol-parpol besar maupun kecil, ormas-ormas islam besar, tentara dan polisi siap membela setiap saat. Siapa musuh utama yang ditakutinya? Lihat saja siapa yang ditangkap dengan tuduhan akan membuat makar, menggulingkan pemerintah yang sah. Ada nama Sri Bintang Pamungkas yang sudah renta.

Sewaktu Sri Bintang lagi galak-galaknya karir politiknya juga tergolong gurem. Pernah jadi politisi PPP yang dikenal vocal, tapi cuma sebatas media darling saja. Walaupun titel sarjananya berderet, sewaktu bikin partai PUDI, sepi peminat. Mencoba peruntungan pasang badan ikut baris berbaris paling depan saat demo 1998, namanya pun tidak terangkat, tenggelam di bawah nama besar Amin Rais cs. Bagaimana ceritanya tokoh sekelas itu bisa dituduh tokoh makar? Wallahu a’lam.

Yang terbaru ada nama ustdaz al Khaththath, sekjen FUI. Sosok ini memang sering wara-wiri di tiap demo yang melibatkan umat Islam, baik bersekala kecil maupun sedang. Setelah demo bersejarah 212 namanya tenggelam di bawah nama besar Habib Rizieq.

Walaupun Habib Rizieq menyokong perjuangan FUI, dan mulai mempercayakan memimpin aksi 112, tapi umat tahunya kalau ada Habib Rizieqnya pasti buanyaaak yang datang, kalau tidak ada Habibnya, ya separuhnya pun tidak. Bagaimana ceritanya ustadz al Khaththath bisa kena tuduh akan menggulingkan pemerintah yang sah? Wallahu a’lam.

Kalau melihat nama-nama yang dituduh makar itu, maka ada bukti permulaan atau tidak, rasanya kok aneh saja gitu. Itu kan sama saja dengan pemerintah mau merendahkan dirinya sendiri. Seolah ingin mengatakan, pemerintah yang dapat dukungan sangat kuat kok bisa gemetar menghadapi dua nama itu?

Bagi pemerintah jelas turun kelas. Tapi bagi Sri Bintang Pamungkas dan ustadz al Khaththath penangkapannya menjadikannya naik kelas. Kalau DPR disebut Gus Dur Taman Kanak-kanak, eksekutif kira-kira kelas berapa ya?

Sumber : Balya Nur