Ada banyak sekali alasan kenapa akun seseorang, misalnya di Twitter dapat disuspend tiba-tiba oleh salah satu perusahaan sosial media kenamaan tersebut. Contohnya kalau dideteksi melakukan tindakan kurang wajar dan mencurigakan maupun kecurangan yang dilakukan pemilik akun dalam mencari follower sebanyak-banyaknya.

Sayangnya bukan hal itu yang menjadi penyebab akun resmi sosmed kepunyaan Jack Dorsey, salah satu pendiri sekaligus CEO Twitter, mendadak terkena suspend. Masih dengan kehebohan seusai hasil pemilu USA diumumkan, nampaknya ada banyak orang yang meramaikan sosial media untuk menyuarakan suara serta pendapat mereka masing-masing, hal ini menyebabkan Twitter perlu membuat batasan-batasan namun sepertinya mereka terlalu bersemangat melakukannya sampai-sampai berakibat pada ‘error’ di akun CEO mereka sendiri.

Dalam waktu semalam, akun sosmed Jack Dorsey tersebut tidak bisa dibuka dan terdapat informasi kalau akun itu telah disuspen oleh Twitter. Memang sungguh mengherankan sekaligus amat lucu mengingat mana mungkin Twitter berani mensuspen akun sang pendirinya tanpa sebab atau alasan yang jelas. Kecuali, kalau memang terjadi kesalahan dan memang kelihatannya seperti itu.

jack dorsey twitter

Beberapa jam kemudian, akun twitter milik CEO itu kembali aktif dan Jack juga menge-twit para followernya untuk memberi kejelasan bahwa ‘telah terjadi kesalahan internal’ sehingga menyebabkan akun sosial media miliknya tersuspend tanpa sengaja. Namun, karena kesalahan tersebut Jack kehilangan hampir 700 ribu followersnya di Twitter. Tentu ini bukan karena orang-orang mendadak meng-unfollow akunnya, tetapi akibat efek dari kesalahan internal yang dijelaskan barusan.

Entah memang betul karena terjadi kesalahan tidak disengaja atau mungkin sebab-sebab lain yang tidak diketahui, namun bukan hanya akun Jack yang terkena masalah. Minggu lalu, memang banyak sekali akun-akun resmi dari beberapa orang yang mengikuti dan menyuarakan pendapat mereka soal politik maupun pemilihan presiden Amerika tiba-tiba ‘mati’ diakibatkan terlalu banyak menerima hate speech alias kata-kata kebencian dari akun-akun Twitter orang lainnya. Contohnya adalah akun sosial milik Richard Spencer yang terkenal suka menyuarakan pandangannya tentang supremasi kulit putih (white supremacist views).

sumber : the guardian