Memang terkadang sinyal yang mengalir dari WiFi lebih lemah jika dibandingkan dengan koneksi internet kabel, alhasil WiFi yang dipasang di dalam rumah tidak dapat mencapai seluruh ruangan. So, meski Anda telah memasang internet WiFi berkecepatan super tinggi bahkan sampai membayar mahal untuk menambah kecepatannya, tetapi semua akan percuma kalau sinyalnya masih tetap lemah. Lalu apa solusinya?

HomePlug mungkin menjadi salah satu jalan keluar terbaik yang bisa Anda pakai. Alat ini memungkinkan kita untuk berbagi jaringan internet lewat jala-jala listrik rumah. Memang teknologi ini sudah lama ada sejak tahun 2001, dan semenjak itu berbagai macam versi HomePlug telah banyak keluar. Bahkan ada juga beberapa perangkat HomePlug yang menawarkan pemancar WiFi.

Perangkat HomePlug sebagai alternatif WiFi

Cara kerja HomePlug cukup sederhana, biasanya HomePlug ini terdiri dari 2 perangkat yang bertugas sebagai pengirim dan penerima sinyal. Anda cukup memasangkannya ke router dengan kabel sedangkan perangkat lainnya ditancapkan ke bagian lain rumah. Kemudian dengan memasukkan password khusus, maka jaringan akan tersambung segera.

Kecepatan HomePlug sendiri tergantung pada faktor-faktor tertentu. Secara teori HomePlug menawarkan kecepatan hingga 200 Mbps, tetapi pada praktek umumnya kecepatannya hanya berkisar 30-60 Mbps. Hal itu mungkin dipengaruhi oleh seperti misalnya jarak router, kualitas kabel listrik, dan gangguan-gangguan seperti ‘noise’ yang disebabkan oleh perangkat teknologi lainnya.

Sebagai saran, jika Anda ingin memasang HomePlug di rumah, maka sebaiknya posisi router harus diperhatikan. Akan lebih baik kalau tidak dipasang di pojokan ataupun lantai, melainkan dipasang di tempat yang agak tinggi sehingga sinyal jaringan tak terhalang.

Google Mesh, produk terbaru dari Google

Yup, saat ini hadir sebuah produk baru untuk membantu Anda mendapatkan jaringan internet yang cepat dan sinyal kuat yakni Google WiFi Mesh. Perangkat ini juga tengah bersaing dengan produk-produk lainnya seperti Luma dan Euro. Ketiganya menawarkan jaringan internet dalam bentuk perangkat atau device yang amat sederhana dan desainnya sama sekali tidak mirip seperti router. Saat ini Google Mesh sendiri belum dijual secara resmi dan masih dalam tahap pre-order.

sumber : The Guardian