Setiap orang tentu menginginkan kesuksesan dalam hidupnya, termasuk sukses menjadi pengusaha. Seperti kisah inspiratif Reza Nurhilman yang saat ini menjadi pemilih usaha kuliner Keripik Pedas “Maicih”. Dengan dana yang terbatas untuk membangun usaha, Reza di usianya yang masih mudah meraih kesuksesan yang tidak terkira sebagai pengusaha berkat kreativitas dan kegigihannya untuk mengembangkan sebuah usaha.  Keripik Maicih tentu sudah tak asing lagi terdengar ditelinga, khususnya bagi penggiat dunia maya. Sebab keripik ini pasalnya hanya dijual lewat dunia maya. Meskipun begitu, peminatnya bisa dikatakan sangat banyak, bukan hanya di negara Indonesia saja tetapi juga sampai ke mancanegara. Bisa dibilang cukup unik, Reza yang bahkan tak memiliki kantor untuk tempat usahanya ini mampun meraih omset hingga ratusan juta berkat keripik yang dijualnya tersebut.

Awal Mula Terjun ke Dunia Bisnis Kuliner

Sesudah lulus SMA, lebih tepatnya tahun 2005 lalu Reza Nurhilman lebih memilih bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Hanya butuh waktu 4 tahun saja, mulai dari tahun 2005-2009 Reza berhasil mengumpulkan uang dari hasil penjualannya menjual berbagai macam produk, seperti produk perlengkapan elektronik sampai produk pupuk. Hingga pada suatu hari, teman Reza mengajaknya bermain ke daerah Cimahi untuk mencoba keripik pedas yang diproduksi salah seorang nenek. Ternyta ia pun sangat menyukai keripik buatan sang nenek, sebab rasanya memang sangat enak. Sayangnya nenek tersebut tidak mencoba untuk memasarkan produknya ini dan ia hanya bisa membuat keripik pedasnya tersebut di waktu-waktu tertentu saja.

Hingga akhirnya Reza pun berinisiatif menggeluti usaha keripik pedas sang nenek. Seketika ia pun mencoba bertanya tentang resep cara pembuatan keripik pedas tersebut. Ternyata si nenek pun tidak keberatan berbagi ilmunya pada reza. Mulai dari situlah, Reza membuat Keripik Maicih. Pemberian nama Maicih sendiri, diakuinya lantaran supaya terkesan nyeleneh saja. Bermodal uang 15 juta rupiah, Reza pun memulai bisnis keripik pedasnya. Pada waktu itu, produksi keripik masih sekitar 50 bungkus perhari lewat varian 1-5 lalu dipasarkan hanya dengan berkeliling.

Secara perlahan tapi pasti, usaha yang digeuti Reza pun kian semakin berkembang, dimana awalnya ia hanya menawarkan varian level 1-5 tapi kini Reza telah menambahkan varian level Keripik Maicih menjadi 10 dengan produksi 2000 bungkus per harinya. Saat ini, omset Keripik Maicih pun telah mencapai Rp. 800-900 juta tiap bulan, dan bla dikalkulasikan Reza mempunyai keuntungan mencapai Rp. 30 juta perhari.

Bagaimana Strategi Pemasaran Produk Keripik Maicih?

Kesuksesan produk Keripik Maicih tentu tak sangat berkaitan dengan strategi marketing yang dilakukannya. Akan tetapi, menariknya Maicih justru sama sekali tak mepunyai kantor atau toko resmi sebagai tempat penjualannya. Reza sendiri justru hanya memilih penjualan produk Keripik Maicih lewat sosmed saja, seperti di facebook dan twitter. Adapun alasannya, dikarenakan ia ingin membuat calon pembelinya semakin penasaran. Selain itu, daya tarik Keripik Maicih bagi penggiat dunia maya yang kian membuat penasaran pembelinya yaitu dikarenakan maicih memiliki istilah-istilah yang unik. Seperti, sebutan bagi para agen penjual maicih dengan julukan “Jenderal”, pembuat keripik disebut dengan nama ema “Emak”, konsumen disebut sebagai “Cucu”, dan penggemar keripik ini diberi nama “Ichicer”.