Pernahkah Anda mendengar brand fashion Cotton Ink? Brand tersebut dilahirkan oleh seorang enterpreneur asal Indonesia, yaitu Carline Darjanto. Dalam perjalanannya membesarkan nama Cotton Ink, Carline berhasil masuk dalam jajaran 30 under 30 Asia versi Forbes. Pencapaian itu diperoleh dari perjuangan dan ketekunannya menjalankan bisnis. Penasaran bagaimana kisah sukses Carline?

Iseng yang Membuahkan Hasil

Sepertinya dunia fashion memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Carline semenjak lulus SMA. Wanita yang pernah menempuh pendidikan di LaSalle College of Fashion, Jakarta ini membuat brand Cotton Ink bersama sahabatnya semasa SMP, Ria Sarwono pada akhir November 2008. Awalnya, tujuan mereka hanya untuk menambah uang saku setelah menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan. Namun, di luar prediksi, permintaan dan pesanan membuat keduanya lebih serius membangun Cotton Ink.

Berbekal ilmu dan pengalaman bekerja di garment manufacture, Carline yang lahir pada 25 Mei 1987 mendulang suksesnya dalam mengembangkan brand tersebut. Bahkan, Cotton Ink menjadi produk yang terkenal di kalangan pecinta fashion. Cotton Ink sendiri tersedia dalam berbagai produk, mulai dari pakaian, bawahan, outerwear hingga tas dan syal.

Mendapatkan Momen yang Baik

Pada tahun yang sama ketika brand Cotton Ink didirikan, Carline membuat terobosan kaos sablon bergambar Barack Obama. Saat itu, kaos dengan gambar mantan Presiden Amerika Serikat memang sedang trend dan populer. Karena mendapat momentum yang tepat, ia pun mulai merambah ke beberapa produk lainnya, seperti legging, syal dan aksesoris wanita.

Tapi, di antara semua produknya, syal adalah aksesoris yang paling laku. Hal itu dikarenakan syal yang diproduksi oleh Cotton Ink terbuat dari tubular, yakni bahan kaos berbentuk lingkaran tanpa jahitan, yang mana jarang digunakan di Indonesia. Carline juga selalu mampu menghadirkan produk dengan sentuhan kreatifitas dan inovasi, entah dari bahan atau rancangan yang dibuat. Itulah yang membuat Cotton Ink dikenal dan dicintai oleh banyak orang.

See also  Di Nikaragua, Ada Seorang Biarawati Super Gaul. Memakai Twitter Untuk Sebarkan Pesan Damai

Menurut Carline, konsumen lebih menyukai rancangan baju yang sederhana dengan konsep detail pada bahannya. Untuk kainnya sendiri didominasi oleh bahan cotton yang didapat dari dalam negeri. Sementara pada produk tas, Carline memilih bahan kulit imitasi. Semua produk Cotton Ink dijual dengan rentang harga antara Rp69.000-349.000 yang membuatnya memperoleh omset tertinggi, yakni sebesar 80% dari produk pakaian.

Pemasaran Produk

Carline dan Ria memasarkan produk Cotton Ink melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest, Tumblr serta official websitenya, cottonink-shop.com. Selain itu, ada beberapa toko fisik yang bisa ditemui di Jakarta (The Goods Dept, Pacific Place), Bandung (Happy-go-lucky, Widely Project dan butik ESTplus) serta Surabaya (Butik ORE). Tak hanya itu, kini Carline telah mendapat pesanan langsung dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Australia serta Eropa.

Penghargaan dan Prestasi

Di tahun kelimanya, Carline telah berhasil mengantarkan Cotton Ink pada kesuksesan. Hal itu ditandai dengan omzet yang terus meningkat dan berbagai penghargaan pun diraihnya. Seperti di tahun 2010, ia mendapat penghargaan Most Favorite Brand (Brightspot Market), The Most Innovative Brand pada Cleo Fashion Award (Jakarta Fashion Week) dan Best Local Brand (Free Magazine). Lalu pada tahun 2012, Cotton Ink meraih penghargaan kembali sebagai merk lokal favorit InStyle Magazine.