Fenomena meningkatnya suhu di bumi ternyata tidak hanya terjadi di tahun lalu. Di tahun 2017 ini, diduga termasuk tahun yang masuk rekor terpanas di bumi. Meskipun tidak sepanas tahun 2016, namun di 2017 merupakan kelanjutan dari penghangatan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak faktor yang menyebabkan bumi mengalami peningkatan suhu. Salah satu faktor yang paling fatal adalah adanya emisi karbon buatan manusia.

Pada tahun 2016, kadar CO2 di bumi sudah mencapai 403,3 bagian untuk setiap satu jutanya (ppm). Akibatnya, suhu dunia menjadi lebih hangat sekitar 1,1 derajat celcius dibanding suhu dunia sebelum adanya revolusi industri. Ini artinya, dalam jangka waktu lima tahun, dari 2013 hingga 2017, dimungkinkan bumi akan mengalami suhu terpanasnya.

Peningkatan suhu ini kemudian menjadi faktor penyebab terjadinya berbagai fenomena alam, seperti pola iklim El Nino di Pasifik, cuaca ekstrem yang tidak biasa, suhu 50 derajat Celcius di Asia, badai besar di Karibia dan Atlantik, banjir muson di beberapa daerah dunia, dan kekeringan akut di Afrika Timur. Tidak hanya itu, bahkan saat ini sudah terjadi fenomena lenyapnya laut es di Kutub Utara serta rusaknya beberapa terumbu karang dunia. Dari fakta ini, apa kita masih tetap diam dan membuat bumi terus mengalami penghangatan? Apa yang bisa kita perbuat untuk mengatasi terus meningkatnya pemanasan global ini?

 

Sumber : liputan6.com