Banyak orang berpendapat bahwa menjadi orang kaya pasti akan senang. Terlebih bagi seorang wanita yang selalu tercukupi kebutuhannya, baik karena penghasilannya maupun karena penghasilan pasangannya. Namun, berdasarkan sebuah penelitian, ternyata justru wanita menikah yang kaya merasa tidak bahagia dengan kehidupan rumah tangganya. Mengapa bisa begitu? Inilah faktanya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rachel Sherman, seorang sosiolog, ternyata wanita paruh baya yang menikah dengan pria kaya justru merasa cemas dengan status sosial yang dimilikinya. Bukan karena keraguan akan ketercukupan finansialnya, namun lebih pada beban budaya, etika, dan psikologi yang ditanggungnya. Budaya kaum sosialita dan stigma negatif yang melekat sebagai “wanita manja” membuatnya menjadi tidak bebas dalam mengekspresikan diri sendiri. Banyak perilakunya yang justru dicap miring. Pada akhirnya, pertanyaan apakah ia pantas untuk memperoleh semua kekayaan tersebut menghantui pikiran.

Studi ini ini juga berlaku bagi wanita yang mempunyai penghasilan sendiri dan tidak mengandalkan penghasilan suami. Bagi masyarakat, tugas sebagai seorang wanita berkeluarga tetap menjadi yang utama, daripada berkumpul dengan teman-teman atau bekerja. Hal ini sangat jauh berbeda dengan yang dialami pria. Saat finansial rumah tangganya sangat terjamin, pria justru semakin bebas melakukan hal-hal yang disenanginya, termasuk berkumpul dengan teman-teman. Lalu, bagaimana Anda menyikapi hal ini? Bagaimana seorang wanita agar menemukan kebahagiaannya? Fakta yang perlu untuk kita renungkan bersama.

 

Sumber : liputan6.com